Trump Meledek Negara Greenland: Hanya Dijaga 2 Kereta Luncur. Donald Trump kembali membuat kontroversi dengan meledek pertahanan Greenland yang katanya hanya dijaga oleh “dua kereta luncur anjing”. Pernyataan ini disampaikan Trump saat berada di atas pesawat kepresidenan pada 12 Januari 2026, menjelang pertemuan dengan pejabat Denmark. Trump menekankan bahwa Greenland, wilayah otonom Denmark, memiliki nilai strategis tinggi bagi AS, terutama untuk mencegah pengaruh Rusia dan China di Arktik. Namun, nada ledekannya soal kereta luncur langsung memicu reaksi dari Denmark dan Eropa, yang melihat itu sebagai bentuk pelecehan terhadap unit militer elite mereka. Pernyataan ini bukan yang pertama dari Trump terkait Greenland, tapi kali ini semakin memanaskan hubungan dengan sekutu NATO. BERITA BASKET
Latar Belakang Pernyataan Trump: Trump Meledek Negara Greenland: Hanya Dijaga 2 Kereta Luncur
Trump sudah lama tertarik pada Greenland. Pada 2019, ia pernah usul membeli pulau itu dari Denmark, yang langsung ditolak dan disebut absurd oleh Kopenhagen. Kini, dengan kembalinya ke Gedung Putih, Trump mengulangi minatnya dengan nada lebih tegas. Ia menyebut Greenland sebagai aset krusial untuk keamanan AS, terutama karena lokasinya yang strategis di Arktik. “Greenland basically their defense is two dog sleds,” katanya sambil tertawa. Kereta luncur yang dimaksud adalah Sirius Dog Sled Patrol, unit elite militer Denmark yang bertugas mengawasi wilayah timur laut Greenland. Unit ini memang menggunakan kereta luncur anjing untuk patroli di medan es ekstrim, tapi Trump meledeknya sebagai sesuatu yang lemah, sementara Rusia dan China sudah memiliki kapal perusak serta kapal selam di sekitar area itu. Pernyataan ini terucap saat Trump dalam perjalanan bertemu pejabat Denmark, yang justru membuat pertemuan semakin tegang.
Respons dari Denmark dan Eropa: Trump Meledek Negara Greenland: Hanya Dijaga 2 Kereta Luncur
Denmark langsung merespons dengan nada keras. Perdana Menteri Denmark menyatakan bahwa pernyataan Trump tidak hanya salah tapi juga tidak hormat terhadap pasukan mereka. “Sirius Patrol adalah unit elite yang beroperasi di kondisi paling ekstrem di dunia,” katanya. Unit ini terdiri dari prajurit terlatih yang patroli ribuan kilometer di es Arktik, sering tanpa kontak luar selama berbulan-bulan. Mereka bukan hanya menggunakan kereta luncur, tapi juga dilengkapi senjata modern dan teknologi pengintaian. Jerman, sebagai sekutu dekat, juga bereaksi dengan menjanjikan peningkatan peran di Arktik untuk menjaga stabilitas, terutama jika Trump kembali agresif soal Greenland. Uni Eropa melihat ledekan ini sebagai sinyal bahwa pemerintahan Trump baru bisa mengganggu solidaritas NATO. Beberapa analis Eropa menilai pernyataan Trump sebagai cara untuk menekan Denmark agar memberikan konsesi lebih besar, seperti akses militer tambahan di Greenland, tanpa harus membeli secara langsung.
Implikasi Geopolitik dan Militer
Lelucon Trump soal kereta luncur sebenarnya menyentuh isu sensitif di Arktik. Kawasan ini semakin panas karena pencairan es membuka jalur pelayaran baru dan akses sumber daya alam. Rusia sudah memperkuat kehadiran militer dengan kapal selam dan pangkalan baru, sementara China berinvestasi besar di proyek infrastruktur Greenland. AS memang punya pangkalan Thule di utara Greenland, yang krusial untuk radar peringatan dini rudal. Trump menekankan bahwa tanpa langkah tegas, Rusia atau China bisa mengambil alih. Namun, ledekan ini justru membuat Denmark lebih dekat dengan sekutu Eropa seperti Jerman, yang siap meningkatkan peran di Arktik. Implikasinya, jika Trump serius, bisa memicu ketegangan baru di NATO. Beberapa pakar militer AS menyatakan bahwa meski ledekannya lucu, Greenland memang aset penting, tapi cara Trump menyampaikannya bisa merusak diplomasi.
Kesimpulan
Lelucon Donald Trump soal pertahanan Greenland yang hanya “dua kereta luncur” kembali memanaskan hubungan dengan Denmark dan Eropa. Meski dimaksudkan untuk menekankan minat strategis AS, pernyataan ini justru dilihat sebagai pelecehan terhadap unit militer elite. Di tengah persaingan Arktik yang semakin ketat dengan Rusia dan China, pendekatan Trump bisa mengganggu solidaritas NATO jika tidak dikelola dengan hati-hati. Pernyataan ini menjadi pengingat bahwa diplomasi memerlukan kehati-hatian, bukan ledekan, agar tidak merusak aliansi yang sudah ada. Masa depan Greenland tetap menjadi isu panas yang perlu diselesaikan melalui dialog, bukan ancaman atau ejekan.