Rusia Serang Kyiv 450 Drone, Target Energi

Rusia Serang Kyiv 450 Drone, Target Energi. Malam menjelang 3 Februari 2026 menjadi salah satu yang paling berat bagi warga Ukraina. Rusia melancarkan serangan udara berskala besar dengan meluncurkan sekitar 450 drone serang dan lebih dari 70 rudal ke berbagai wilayah, termasuk ibu kota Kyiv. Serangan ini menargetkan infrastruktur energi secara sistematis, meninggalkan ribuan bangunan tanpa listrik dan pemanas di tengah suhu yang mencapai minus 20 derajat Celsius. Serangan ini dianggap sebagai pukulan terkuat terhadap sektor energi Ukraina sepanjang tahun ini, datang tepat setelah berakhirnya jeda sementara serangan terhadap fasilitas energi yang sempat disepakati. INFO CASINO

Skala dan Pola Serangan: Rusia Serang Kyiv 450 Drone, Target Energi

Serangan dimulai pada malam hingga dini hari, melibatkan kombinasi drone Shahed, Gerbera, Italmas, serta berbagai jenis rudal balistik dan jelajah seperti Iskander-M, Kh-101, Kh-22, dan bahkan Zirkon/Onyx. Ukraina berhasil menembak jatuh ratusan drone—sekitar 412 unit—serta sebagian rudal, tapi puluhan lainnya berhasil menembus pertahanan udara. Sasaran utama adalah pembangkit listrik termal, gardu induk, dan fasilitas pemanas gabungan di setidaknya enam wilayah: Kyiv, Kharkiv, Dnipro, Odesa, Vinnytsia, dan Sumy.
Di Kyiv, serangan menghantam pembangkit listrik termal dan gardu distribusi, menyebabkan pemadaman pemanas total di distrik Darnytskyi dan Dniprovskyi. Lebih dari 1.100 gedung bertingkat kehilangan pasokan panas, memengaruhi puluhan ribu penduduk. Kharkiv juga terdampak parah; pembangkit CHPP-5 dan dua gardu induk rusak, membuat lebih dari 200.000 konsumen kehilangan listrik dan pemanas. Wilayah lain seperti Odesa dan Vinnytsia melaporkan puluhan ribu rumah tangga tanpa aliran listrik setelah pembangkit termal dan gardu terkena hantaman.
Perusahaan energi swasta terbesar Ukraina, DTEK, menyatakan serangan ini merupakan serangan kesembilan terhadap pembangkit termalnya sejak Oktober 2025. Kerusakan dianggap signifikan, dengan peralatan vital terdampak berat. Serangan juga menyentuh bangunan sipil: apartemen, taman kanak-kanak, gudang, dan bahkan pom bensin di Kyiv terkena serpihan atau hantaman langsung.

Dampak terhadap Warga dan Sistem Pertahanan: Rusia Serang Kyiv 450 Drone, Target Energi

Suhu ekstrem memperparah situasi. Warga Kyiv dan Kharkiv terpaksa bertahan tanpa pemanas di musim dingin paling keras, meningkatkan risiko kesehatan bagi anak-anak, lansia, dan pasien dengan kondisi kronis. Setidaknya belasan orang terluka akibat serangan ini, dengan beberapa dirawat di rumah sakit setelah serpihan rudal atau drone menghantam area pemukiman.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut serangan ini sebagai tindakan sengaja untuk menakut-nakuti penduduk sipil di hari-hari paling dingin. Ia menegaskan Rusia memanfaatkan jeda sebelumnya bukan untuk diplomasi, melainkan untuk menimbun amunisi dan menunggu kondisi cuaca terburuk. Menteri Energi Denys Shmyhal menekankan bahwa targetnya murni sipil—tidak ada fasilitas militer yang menjadi sasaran.
Pertahanan udara Ukraina bekerja keras, tapi volume serangan yang sangat besar—hampir 500 proyektil udara dalam satu malam—membuat sistem kewalahan. Penggunaan drone Gerbera sebagai “induk” untuk membawa drone FPV kecil semakin menyulitkan deteksi dan penangkalan di wilayah belakang.

Kesimpulan

Serangan masif dengan 450 drone dan puluhan rudal ini menunjukkan intensifikasi strategi Rusia untuk melemahkan infrastruktur energi Ukraina di musim dingin. Dampaknya langsung terasa: jutaan warga kehilangan listrik dan pemanas di tengah cuaca beku, sementara upaya perbaikan menjadi sangat sulit karena kerusakan berulang. Serangan ini juga datang di saat sensitif menjelang perundingan damai, menimbulkan pertanyaan besar tentang komitmen gencatan senjata sementara. Bagi warga Ukraina, malam itu bukan hanya soal ledakan di langit, tapi juga perjuangan bertahan hidup di tengah kegelapan dan dingin yang semakin menusuk.

BACA SELENGKAPNYA DI…

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *