Korsel Sebut Korut Tembakkan Rudal ke Laut Jepang. Korea Selatan mengumumkan bahwa Korea Utara telah menembakkan beberapa rudal balistik ke arah Laut Timur, yang juga dikenal sebagai Laut Jepang, pada Minggu pagi 4 Januari 2026. Peluncuran ini menjadi uji coba rudal balistik pertama Pyongyang di tahun baru, setelah jeda sekitar dua bulan sejak November lalu. Rudal-rudal tersebut diluncurkan dari sekitar ibu kota Korea Utara sekitar pukul 7.50 pagi waktu setempat, dengan jarak terbang mencapai sekitar 900 hingga 950 kilometer sebelum jatuh ke laut. Tidak ada laporan kerusakan atau ancaman langsung terhadap wilayah tetangga, tapi aksi ini langsung memicu kewaspadaan tinggi dari Korea Selatan, Jepang, dan Amerika Serikat. BERITA BOLA
Detail Peluncuran Rudal: Korsel Sebut Korut Tembakkan Rudal ke Laut Jepang
Militer Korea Selatan mendeteksi beberapa proyektil yang diduga rudal balistik tak dikenal, diluncurkan dari dekat Pyongyang. Rudal mencapai ketinggian sekitar 50 kilometer dan terbang cukup jauh sebelum mendarat di luar zona ekonomi eksklusif Jepang. Jepang juga mengonfirmasi setidaknya dua rudal, dengan trajektori yang tidak mengancam wilayah daratannya. Ini merupakan kelanjutan dari program pengembangan senjata Korea Utara, yang baru-baru ini fokus pada peningkatan produksi rudal taktis. Pemimpin Korea Utara baru saja memerintahkan perluasan kapasitas pabrik senjata, menandakan komitmen kuat untuk memperkuat kemampuan militer di tengah tekanan internasional.
Konteks Waktu dan Diplomasi: Korsel Sebut Korut Tembakkan Rudal ke Laut Jepang
Peluncuran ini terjadi hanya beberapa jam sebelum Presiden Korea Selatan berangkat ke China untuk kunjungan kenegaraan dan pertemuan puncak. Isu denuklirisasi Semenanjung Korea diperkirakan menjadi agenda utama dalam pembicaraan tersebut. Beberapa pengamat melihat aksi ini sebagai sinyal politik dari Pyongyang, untuk menunjukkan ketidakpuasan terhadap pendekatan China yang lebih dekat dengan Seoul. Selain itu, peluncuran datang di tengah situasi geopolitik panas, termasuk operasi militer Amerika Serikat baru-baru ini di kawasan lain, yang membuat rezim Korea Utara semakin waspada terhadap ancaman eksternal.
Reaksi dari Negara Tetangga
Korea Selatan langsung meningkatkan pengawasan dan kesiapan militer, sambil berkoordinasi erat dengan Amerika Serikat dan Jepang untuk menganalisis spesifikasi rudal. Jepang menyebut peluncuran ini mengancam perdamaian regional dan internasional, serta tidak dapat ditoleransi. Kedua negara mengecam aksi tersebut sebagai pelanggaran resolusi Dewan Keamanan PBB yang melarang Korea Utara menguji rudal balistik. Militer Korea Selatan menyatakan siap menghadapi provokasi lebih lanjut, sementara Jepang memastikan tidak ada dampak langsung terhadap kapal atau pesawat di zona tersebut.
Kesimpulan
Peluncuran rudal balistik Korea Utara ke Laut Jepang pada awal 2026 ini kembali menegaskan ketegangan di Semenanjung Korea yang tak kunjung reda. Meski tidak menyebabkan kerusakan langsung, aksi ini memperburuk situasi keamanan regional dan menyulitkan upaya diplomasi. Di tengah kunjungan penting ke China dan dinamika global yang kompleks, dunia kini menunggu respons lebih lanjut dari Pyongyang serta langkah bersama dari sekutu untuk menjaga stabilitas. Harapan akan dialog damai tetap ada, tapi provokasi seperti ini terus menguji kesabaran komunitas internasional.