ribuan-pengungsi-di-aceh-terserang-ispa

Ribuan Pengungsi di Aceh Terserang ISPA. Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh sejak akhir November lalu meninggalkan dampak kesehatan serius bagi ratusan ribu pengungsi. Kini, hampir 10 ribu kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) tercatat di kalangan pengungsi yang tersebar di sembilan kabupaten/kota. Sekitar 382 ribu warga masih bertahan di posko pengungsian karena rumah mereka rusak atau terendam. Kondisi ini semakin memprihatinkan karena penyakit lain seperti diare, flu, dan gatal-gatal juga mulai menyebar, meski belum mencapai status kejadian luar biasa. BERITA BASKET

Penyebab Munculnya ISPA: Ribuan Pengungsi di Aceh Terserang ISPA

ISPA menjadi penyakit dominan karena lingkungan pengungsian yang padat dan lembap. Banyak pengungsi tinggal di tenda darurat atau barak sementara, di mana udara dingin, debu lumpur, dan kurangnya ventilasi mempercepat penularan virus pernapasan. Cuaca dingin akhir tahun ditambah genangan air banjir yang belum surut sepenuhnya membuat tubuh rentan, terutama anak-anak dan lansia. Selain itu, keterbatasan air bersih dan sanitasi buruk turut memperburuk kondisi, memicu kombinasi dengan penyakit kulit dan pencernaan.

Penyakit Lain yang Mengancam: Ribuan Pengungsi di Aceh Terserang ISPA

Selain ISPA, pengungsi juga menghadapi diare sekitar 1.376 kasus dan flu 1.336 kasus. Ada pula laporan gatal-gatal pada kulit akibat kontak dengan air kotor dan lumpur. Yang lebih mengkhawatirkan adalah munculnya 9 kasus campak, yang berpotensi menular cepat di tempat ramai. Petugas kesehatan sudah mengisolasi penderita campak untuk mencegah wabah lebih luas. Kelompok rentan seperti balita sering mengalami kombinasi gejala, membuat pengobatan harus lebih intensif.

Upaya Penanganan Kesehatan

Pihak kesehatan daerah telah menyiapkan tenaga surveilans untuk memantau perkembangan setiap hari. Posko kesehatan di pengungsian diperkuat dengan obat-obatan dasar dan layanan pemeriksaan gratis. Imbauan kepada pengungsi untuk segera melapor jika ada gejala juga digencarkan, termasuk pemindahan penderita berat ke fasilitas lebih baik. Koordinasi dengan pusat terus dilakukan agar pasokan obat dan tim medis tambahan bisa segera masuk, terutama ke wilayah terpencil yang aksesnya masih sulit.

Kesimpulan

Lonjakan ribuan kasus ISPA di pengungsian Aceh menjadi pengingat betapa beratnya dampak lanjutan dari bencana banjir. Dengan ratusan ribu warga masih mengungsi, pencegahan dini dan penanganan cepat menjadi kunci agar tidak berkembang menjadi wabah besar. Solidaritas dari berbagai pihak dalam menyediakan bantuan kesehatan dan sanitasi akan sangat membantu pemulihan. Pada akhirnya, harapan semua adalah situasi segera membaik, sehingga pengungsi bisa kembali ke kehidupan normal dengan sehat dan aman.

BACA SELENGKAPNYA DI…

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *