Total 127 Gunung Berapi Masih Aktif di Indonesia. Indonesia kembali diingatkan akan posisinya sebagai negara dengan jumlah gunung berapi aktif terbanyak di dunia, yakni 127 gunung. Data terbaru dari Badan Geologi per Desember 2025 menunjukkan bahwa dari sekitar 500 gunung api secara keseluruhan, 127 di antaranya masih berstatus aktif dengan potensi erupsi kapan saja. Saat ini, tiga gunung berada pada level Siaga, yaitu Merapi, Semeru, dan Lewotobi Laki-laki, sementara 24 lainnya pada level Waspada. Kondisi ini menuntut kewaspadaan tinggi, terutama karena jutaan penduduk tinggal di sekitar kawasan rawan bencana vulkanik. BERITA BOLA
Penyebab Tingginya Aktivitas Vulkanik: Total 127 Gunung Berapi Masih Aktif di Indonesia
Indonesia berada tepat di jalur Cincin Api Pasifik, zona pertemuan lempeng tektonik yang memicu pembentukan gunung api. Pergerakan lempeng Indo-Australia yang menunjam di bawah lempeng Eurasia menghasilkan magma yang naik ke permukaan. Dari 127 gunung aktif, sebagian besar tergolong tipe A yang pernah erupsi sejak 1600, dengan karakter beragam mulai dari erupsi kecil hingga besar. Beberapa seperti Semeru dan Merapi termasuk paling aktif, dengan ribuan kali erupsi sepanjang tahun ini saja. Faktor ini membuat Indonesia menyumbang sekitar 13 persen gunung api aktif global.
Status Terkini dan Pemantauan: Total 127 Gunung Berapi Masih Aktif di Indonesia
Hingga pertengahan Desember 2025, tiga gunung pada level Siaga: Merapi di Yogyakarta-Jawa Tengah, Semeru di Jawa Timur, dan Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur. Sebanyak 24 gunung lain waspada, termasuk yang sering erupsi seperti Ibu di Maluku Utara. Badan Geologi mengoperasikan 74 pos pengamatan dan memantau real time 69 gunung aktif. Estimasi penduduk di sekitar gunung waspada dan siaga mencapai 15 juta jiwa, sehingga rekomendasi keselamatan seperti zona larangan aktivitas menjadi krusial. Pemantauan ketat ini membantu prediksi dini dan evakuasi tepat waktu.
Dampak dan Mitigasi Bencana
Aktivitas gunung api tak hanya ancaman, tapi juga berkah berupa tanah subur dan sumber energi geotermal. Namun, risiko seperti awan panas, lahar, dan abu vulkanik tetap tinggi, terutama di musim hujan yang picu guguran lebih sering. Pemerintah terus tingkatkan kesiapsiagaan melalui edukasi masyarakat, simulasi evakuasi, dan penguatan infrastruktur. Patuhi rekomendasi resmi jadi kunci minimalkan korban, seperti larangan mendekati radius bahaya di gunung siaga.
Kesimpulan
Dengan 127 gunung berapi aktif, Indonesia harus terus hidup berdampingan dengan potensi vulkanik yang tinggi. Data terkini ini jadi pengingat pentingnya pemantauan dan kesiapsiagaan bersama. Meski beberapa gunung paling aktif butuh perhatian ekstra sepanjang tahun, sinergi antara pemerintah, ilmuwan, dan masyarakat bisa kurangi risiko signifikan. Pada akhirnya, pemahaman akan alam ini tak hanya selamatkan nyawa, tapi juga manfaatkan potensi positif dari gunung-gunung api untuk kesejahteraan bangsa.