Gaza: 28 Warga Sipil Tewas dalam 24 Jam Terakhir

Gaza: 28 Warga Sipil Tewas dalam 24 Jam Terakhir. Dalam 24 jam terakhir hingga 12 Februari 2026, setidaknya 28 warga sipil tewas akibat serangan militer Israel di Jalur Gaza. Otoritas kesehatan Gaza melaporkan korban tersebar di beberapa lokasi, termasuk Gaza City, Deir al-Balah, dan Khan Younis, dengan mayoritas adalah perempuan dan anak-anak. Serangan udara dan tembakan artileri menyasar rumah-rumah sipil, pasar kecil, serta kendaraan yang sedang bergerak. Meski gencatan senjata formal masih berlaku sejak akhir 2025, pelanggaran berulang dari kedua belah pihak terus menelan korban sipil. Situasi ini memperburuk krisis kemanusiaan di wilayah yang sudah kehilangan sebagian besar infrastruktur dasar, dengan ribuan orang terjebak di tengah kekurangan makanan, obat-obatan, dan tempat berlindung yang aman. INFO CASINO

Detail Serangan dan Korban: Gaza: 28 Warga Sipil Tewas dalam 24 Jam Terakhir

Serangan paling mematikan terjadi di Deir al-Balah, di mana sebuah rumah keluarga dihantam rudal sekitar pukul 02.00 dini hari. Sebanyak 11 orang tewas, termasuk enam anak di bawah usia 12 tahun dan tiga perempuan. Di Gaza City, serangan udara menyasar sebuah pasar kecil di kawasan Tuffah, menewaskan tujuh orang yang sedang membeli kebutuhan pokok. Di Khan Younis, tembakan drone menghantam kendaraan sipil yang membawa keluarga pengungsi, menewaskan lima orang termasuk seorang paramedis yang sedang bertugas.
Total korban dalam 24 jam mencapai 28 jiwa, dengan 19 di antaranya perempuan dan anak-anak. Rumah sakit Al-Aqsa di Deir al-Balah dan Nasser di Khan Younis menerima puluhan korban luka, sebagian besar dalam kondisi kritis karena kekurangan darah dan alat medis. Otoritas kesehatan Gaza menekankan bahwa angka ini hanya mencakup korban yang berhasil dibawa ke fasilitas medis; banyak korban lain masih tertimbun puing atau tidak bisa dievakuasi karena akses jalan terputus.
Israel menyatakan serangan ditujukan pada target militer Hamas yang berada di dekat atau di dalam pemukiman sipil. Militer Israel mengklaim telah menewaskan beberapa komandan lapangan, tapi tidak memberikan bukti spesifik terkait korban sipil. Di sisi lain, Hamas menuduh serangan itu sebagai pembalasan atas tembakan roket sporadis dari Gaza yang melukai seorang tentara Israel di dekat perbatasan.

Krisis Kemanusiaan yang Semakin Parah: Gaza: 28 Warga Sipil Tewas dalam 24 Jam Terakhir

Korban sipil yang terus bertambah memperburuk kondisi kemanusiaan di Gaza. Lebih dari 90 persen penduduk mengalami ketidakamanan pangan tingkat tinggi, dengan stok makanan dasar seperti tepung dan beras hanya cukup untuk beberapa minggu lagi. Kekurangan bahan bakar membuat pompa air bersih dan instalasi pengolahan limbah tidak berfungsi optimal, meningkatkan risiko wabah kolera dan diare akut, terutama pada anak-anak. Rumah sakit beroperasi dengan generator yang sering mati karena kekurangan solar, sementara obat-obatan dasar seperti antibiotik dan obat penghilang rasa sakit sudah menipis.
Bantuan kemanusiaan melalui Rafah dan Kerem Shalom masih terhambat oleh inspeksi ketat dan kerusakan infrastruktur. Rata-rata hanya 80–120 truk masuk per hari, jauh di bawah kebutuhan minimum 300–500 truk yang dibutuhkan PBB untuk mencegah kelaparan massal. Ribuan ton bantuan menumpuk di sisi Mesir atau perbatasan, sementara warga Gaza terus bergantung pada makanan kaleng basi atau mencari sisa-sisa di reruntuhan.

Kesimpulan

Kematian 28 warga sipil dalam 24 jam terakhir di Gaza menunjukkan betapa rapuhnya gencatan senjata yang ada. Meski dimaksudkan untuk melindungi infrastruktur energi dan warga sipil, pelanggaran berulang dari kedua belah pihak terus menelan korban tak berdosa, terutama perempuan dan anak-anak. Di tengah krisis kemanusiaan yang semakin dalam—kelaparan, penyakit, dan kehancuran infrastruktur—perlindungan sipil harus menjadi prioritas utama, bukan sekadar narasi sampingan dalam perundingan. Komunitas internasional perlu menekan kedua pihak agar gencatan benar-benar ditegakkan, koridor bantuan dibuka lebar, dan investigasi independen atas korban sipil dilakukan. Tanpa langkah konkret, siklus kekerasan ini hanya akan terus berulang, meninggalkan lebih banyak keluarga tanpa harapan di tengah reruntuhan.

BACA SELENGKAPNYA DI…

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *