Pencurian Kabel Lampu di Jalan Sudah Dilapor ke Polisi. Pencurian kabel lampu jalan di beberapa ruas jalan utama kota semakin marak akhir-akhir ini, dan kasus terbaru di kawasan permukiman padat sudah resmi dilaporkan ke polisi setempat pada 27 Januari 2026. Kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah karena kabel tembaga yang dicuri dalam jumlah besar, meninggalkan jalanan gelap gulita di malam hari dan meningkatkan risiko kecelakaan serta tindak kriminal lainnya. Warga sekitar yang selama ini sering mengeluhkan jalan gelap akhirnya bergerak bersama melaporkan kejadian tersebut, berharap polisi bisa segera menangkap pelaku dan mencegah kejadian serupa di masa depan. BERITA VOLI
Kronologi Pencurian dan Kerugian yang Ditimbulkan: Pencurian Kabel Lampu di Jalan Sudah Dilapor ke Polisi
Kejadian pencurian diketahui terjadi secara berulang dalam dua minggu terakhir, di mana pelaku memotong kabel lampu jalan pada malam hari ketika lalu lintas sepi dan pengawasan minim. Kabel tembaga sepanjang ratusan meter hilang dari tiang-tiang listrik di beberapa titik, terutama di daerah perumahan dan jalan lingkungan yang lampunya dikelola pemerintah kota. Warga menemukan kabel putus dan tiang lampu mati total, sehingga jalanan menjadi gelap gulita dan rawan kecelakaan motor serta tindak kejahatan seperti pencurian kendaraan atau pelecehan. Kerugian material mencapai puluhan juta rupiah untuk penggantian kabel dan perbaikan tiang, belum termasuk biaya pemadaman listrik sementara dan potensi kecelakaan yang bisa terjadi. Beberapa warga melaporkan melihat orang tak dikenal membawa kabel gulungan menggunakan gerobak sampah atau sepeda motor pada dini hari, tapi karena takut, kebanyakan tidak berani melapor langsung saat itu. Setelah diskusi warga di grup RT dan RW, akhirnya laporan resmi dibuat ke polisi dengan bukti foto dan video kerusakan serta saksi mata yang bersedia memberikan keterangan.
Proses Pelaporan dan Respons Polisi: Pencurian Kabel Lampu di Jalan Sudah Dilapor ke Polisi
Laporan dibuat di kantor polisi sektor setempat dengan nomor laporan resmi dan disertai bukti visual serta keterangan saksi. Petugas polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara di beberapa titik pencurian, mengamankan sisa kabel putus, selongsong kabel, dan jejak yang bisa menjadi petunjuk. Polisi menyatakan sedang menyelidiki kemungkinan pelaku adalah sindikat pencurian kabel yang sudah beroperasi di beberapa wilayah kota, karena pola pencuriannya mirip: memotong di malam hari, membawa kabel gulungan, dan menjual ke pengepul besi tua. Beberapa pengepul di sekitar kota sudah diperiksa, dan polisi berjanji akan menelusuri rantai penjualan besi tua ilegal yang menjadi pasar utama barang curian. Warga yang melapor diminta tetap waspada dan melaporkan jika melihat aktivitas mencurigakan, sementara polisi meningkatkan patroli malam di ruas jalan yang sering jadi sasaran. Pemerintah kota juga berkoordinasi dengan PLN untuk mempercepat perbaikan dan penggantian kabel agar lampu jalan bisa menyala kembali dalam waktu dekat.
Dampak terhadap Keamanan dan Upaya Pencegahan
Ketiadaan lampu jalan akibat pencurian ini langsung meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas dan tindak kejahatan malam hari. Beberapa kecelakaan ringan sudah dilaporkan karena pengendara motor tidak bisa melihat lubang atau pejalan kaki, sementara warga perempuan dan anak-anak merasa tidak aman melintas di malam hari. Dampaknya juga terasa pada aktivitas ekonomi kecil seperti warung makan malam yang sepi karena pelanggan takut lewat jalan gelap. Untuk pencegahan, pemerintah kota berencana memasang pelat besi pengaman tambahan pada tiang lampu, kamera pengawas di titik rawan, serta patroli gabungan dengan warga melalui kelompok ronda malam. Edukasi kepada masyarakat juga digencarkan agar tidak membeli besi tua tanpa mengecek asal-usulnya, karena banyak pengepul yang sengaja membeli barang curian dengan harga murah. Warga diminta melaporkan jika melihat kabel atau tiang lampu rusak agar bisa segera diperbaiki sebelum dicuri lagi.
Kesimpulan
Pencurian kabel lampu jalan yang sudah dilaporkan ke polisi menjadi pengingat bahwa infrastruktur publik masih rentan terhadap aksi kriminal kecil tapi berdampak besar terhadap keselamatan dan kenyamanan warga. Respons cepat dari polisi dan pemerintah kota dalam menyelidiki serta memperbaiki kerusakan patut diapresiasi, tapi pencegahan jangka panjang melalui pengawasan ketat, teknologi kamera, dan partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci agar jalanan tetap terang dan aman di malam hari. Semoga pelaku segera tertangkap dan kasus ini jadi momentum untuk menjaga aset bersama agar tidak lagi jadi sasaran pencurian mudah. Warga pun diharapkan tetap waspada dan melapor jika melihat hal mencurigakan demi keamanan bersama.