Kemacetan Besar Mengular di Jalan Yos Sudarso Jakut. Hujan deras yang mengguyur Jakarta Utara sejak Selasa malam memicu genangan di Jalan Yos Sudarso, terutama di bawah flyover Plumpang dan kawasan dekat Pelabuhan Tanjung Priok. Air mulai naik sekitar pukul 22.00 WIB Rabu dan mencapai puncak pada dini hari Kamis. Genangan yang bertahan lama karena saluran drainase tersumbat membuat kendaraan kecil mogok dan bus besar sulit melintas. Antrean kendaraan mengular hingga ke Jalan RE Martadinata dan kawasan Ancol, menyebabkan ribuan pengendara terjebak berjam-jam. Kemacetan ini menjadi salah satu yang terparah di Jakarta Utara tahun ini, mengganggu mobilitas pekerja pelabuhan, logistik, dan warga sekitar. BERITA TERKINI
Penyebab Utama Kemacetan dan Genangan: Kemacetan Besar Mengular di Jalan Yos Sudarso Jakut
Genangan air di Jalan Yos Sudarso terutama disebabkan oleh saluran drainase yang tersumbat parah oleh sampah plastik, lumpur, dan sedimen tebal. Hujan dengan curah lebih dari 150 mm dalam 24 jam membuat air tidak bisa dialirkan dengan lancar ke Kali Gendong dan saluran utama lainnya. Di bawah flyover Plumpang, air mencapai 70 cm karena titik rendah dan kurangnya pompa permanen. Selain itu, volume kendaraan tinggi dari arah pelabuhan dan kawasan industri Marunda memperparah kemacetan—truk kontainer dan bus besar kesulitan bergerak di genangan, sehingga kendaraan kecil terjebak di belakang. Petugas mencatat bahwa beberapa drainase di trotoar sudah ditutup atau dipenuhi sampah konstruksi dari proyek di sekitar. Hujan yang tidak reda hingga pagi Kamis membuat proses pengurasan lambat, dan antrean terus bertambah hingga siang hari.
Dampak bagi Pengendara dan Aktivitas Masyarakat: Kemacetan Besar Mengular di Jalan Yos Sudarso Jakut
Kemacetan di Jalan Yos Sudarso menyebabkan ribuan pengendara terjebak selama berjam-jam. Banyak pekerja pelabuhan dan karyawan kawasan industri terlambat hingga lebih dari tiga jam. Beberapa kendaraan mogok karena terendam air, terutama motor dan mobil rendah. Pengendara motor terpaksa memutar melalui gang-gang kecil atau mencari rute alternatif ke arah Kelapa Gading, tapi jalur itu pun macet parah. Warga sekitar melaporkan rumah dan warung di pinggir jalan ikut tergenang, dengan air masuk hingga ke dalam ruang tamu. Pedagang kaki lima di trotoar dan pasar kecil dekat pelabuhan tutup karena akses sulit dan minim pembeli. Anak sekolah dan pegawai kantor di kawasan sekitar juga kesulitan mencapai tujuan. Polisi lalu lintas dan petugas Dishub dikerahkan untuk mengatur arus secara manual, tapi jumlah personel terbatas dibandingkan panjang antrean. Beberapa pengendara mengeluhkan kurangnya informasi real time tentang jalur alternatif.
Upaya Penanganan dan Langkah ke Depan
Petugas gabungan dari dinas terkait dan relawan mulai memompa air sejak Rabu malam menggunakan pompa berkapasitas besar di tiga titik utama. Pembersihan saluran drainase juga dilakukan secara manual dan dengan alat berat untuk mengangkat sampah dan lumpur. Proses pengurasan berjalan lambat karena volume air besar dan saluran pembuangan masih tersumbat. Hingga Kamis sore, genangan di beberapa titik sudah turun hingga 20–30 cm, dan lalu lintas mulai bergerak perlahan. Pemerintah daerah menyatakan akan melakukan normalisasi saluran di sepanjang Jalan Yos Sudarso dan pemasangan grill filter sampah di inlet-inlet kritis. Masyarakat diimbau lebih disiplin membuang sampah pada tempatnya dan tidak menutup saluran untuk kepentingan pribadi. Prakiraan cuaca menunjukkan hujan akan berkurang mulai Jumat, memberi harapan kemacetan bisa pulih sepenuhnya dalam 1–2 hari. Petugas juga memasang rambu peringatan sementara dan lampu darurat di titik rawan untuk mencegah kecelakaan.
Kesimpulan
Kemacetan besar di Jalan Yos Sudarso akibat genangan air banjir menunjukkan betapa rentannya kawasan itu ketika hujan deras dan drainase tersumbat. Meski penanganan darurat sudah berjalan, proses surut air memakan waktu lama dan berdampak pada mobilitas ribuan orang. Kerugian ekonomi dan waktu yang hilang cukup besar, terutama bagi pekerja pelabuhan dan logistik. Kejadian ini mengingatkan pentingnya pembersihan saluran rutin dan pengelolaan sampah yang lebih baik agar banjir tidak terus mengganggu lalu lintas utama. Semoga genangan cepat surut dan jalan kembali normal tanpa insiden lebih lanjut. Warga diimbau tetap waspada dan mengikuti arahan petugas di lapangan selama musim hujan masih berlangsung.