56-tentara-venezuela-tewas-di-operasi-penangkapan-maduro

56 Tentara Venezuela Tewas di Operasi Penangkapan Maduro. Operasi militer Amerika Serikat untuk menangkap Presiden Nicolas Maduro di Venezuela berakhir dengan korban jiwa signifikan. Pada 3 Januari 2026, sebanyak 56 tentara Venezuela dilaporkan tewas dalam bentrokan sengit dengan pasukan AS. Laporan awal dari Kementerian Pertahanan Venezuela sebut korban jatuh saat perlawanan di sekitar Istana Miraflores, Caracas. Maduro berhasil dibawa ke AS dan kini ditahan di Florida, tapi operasi ini tinggalkan duka mendalam bagi keluarga korban dan picu kecaman internasional atas aksi sepihak AS. BERITA BASKET

Kronologi Operasi dan Bentrokan: 56 Tentara Venezuela Tewas di Operasi Penangkapan Maduro

Operasi dimulai dini hari dengan pendaratan pasukan khusus AS di Caracas. Maduro ditangkap setelah serbuan cepat ke istana, tapi pasukan Venezuela yang loyal langsung tanggapi dengan tembakan. Bentrokan pecah di beberapa titik, termasuk sekitar istana dan bandara militer.

Menurut laporan resmi Venezuela, 56 tentara tewas karena tembakan dan ledakan granat dari pasukan AS. Beberapa saksi mata sebut pertempuran berlangsung sekitar dua jam sebelum Maduro dievakuasi. AS konfirmasi operasi sukses tapi tidak sebut jumlah korban lawan, hanya bilang minim korban sipil. Ini jadi operasi militer AS pertama di Amerika Latin sejak Panama 1989.

Dampak Humaniter dan Korban Jiwa: 56 Tentara Venezuela Tewas di Operasi Penangkapan Maduro

Korban tewas terdiri dari anggota Garda Nasional dan tentara reguler yang jaga istana. Beberapa keluarga korban sudah ungkap duka mendalam, sebut para tentara hanya jalani tugas bela negara. Organisasi kemanusiaan seperti Palang Merah Internasional siap bantu evakuasi korban dan dukung keluarga.

Dampaknya luas: Caracas alami pemadaman listrik dan gangguan komunikasi pasca-operasi. Ratusan warga luka ringan karena ricochet peluru dan gas air mata. PBB minta investigasi independen atas korban sipil potensial, meski AS klaim operasi presisi tinggi.

Reaksi Internasional dan Geopolitik

Pemerintahan sementara Venezuela kutuk aksi AS sebagai invasi ilegal, tapi dukungan Maduro sudah lemah karena krisis ekonomi. Rusia dan China, sekutu dekat Maduro, sebut ini pelanggaran kedaulatan dan ancam sanksi balik. Eropa seperti Jerman dan Prancis ragu-ragu, minta dialog damai tapi tidak kutuk langsung.

Di AS, Trump puji operasi sebagai kemenangan atas “kediktatoran”, tapi oposisi Demokrat kritik risiko perang lebih besar. Ini bisa picu ketegangan baru di Amerika Latin, dengan negara seperti Kuba dan Nikaragua tingkatkan kewaspadaan militer.

Kesimpulan

56 tentara Venezuela tewas jadi korban tragis operasi penangkapan Maduro oleh AS, tinggalkan duka dan kecaman global. Bentrokan sengit itu tunjukkan harga mahal dari intervensi militer sepihak. Dampak humaniter luas, dari keluarga korban hingga stabilitas regional yang terganggu. Reaksi internasional campur aduk, tapi ini jadi pengingat pentingnya diplomasi daripada kekuatan. Ke depan, proses transisi di Venezuela harus damai untuk hindari korban lebih banyak. Operasi ini bakal jadi catatan sejarah kontroversial di 2026.

BACA SELENGKAPNYA DI….

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *